![]() |
Tim PkM IAIH NWDI Pancor saat menyalurkan bantuan benih pada petani |
Tim yang terdiri dari Dr. Abdul Hayyi Akrom (penanggung jawab program), Dr. Ahmad Muzayyin, M. Sofwan, ME, dan M. Rohman Ziadi, M. Fil ini memberikan bantuan berupa benih padi inbrida label ungu, benih jagung hibrida, benih hortikultura, dan pupuk cair organik merek Super ACI secara gratis kepada masyarakat tani. Syaratnya, mereka harus berkomitmen membayar zakat pertanian setelah panen sesuai dengan ketentuan agama Islam. Setiap kelompok tani yang menjadi sasaran kegiatan juga diberikan kajian majelis ilmu yang membahas materi zakat pertanian.
Program PkM ini telah dilaksanakan dalam tiga tahap setiap tahun, mulai dari tahun 2022 hingga 2024. Setiap tahap mencakup 100 hektar lahan. Program ini terwujud berkat kemitraan antara dosen IAIH Pancor, Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah (LAZIS) Muhammadiyah Jawa Tengah, dan masyarakat tani yang tersebar di Pulau Lombok. Lokasi kegiatan ini tersebar di berbagai wilayah, antara lain Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara; Kecamatan Menggala, Kabupaten Lombok Timur; Desa Dara Kunci, Sambelia, Jerowaru, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur; Desa Langko Lingsar, Kabupaten Lombok Barat; Kecamatan Jonggat, Mantang, dan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah; serta Kelurahan Tegal, Kota Mataram.
Pada tahap pertama, tanaman pangan yang ditanam meliputi padi inbrida, jagung hibrida, dan sayur-sayuran (hortikultura). Tim menyediakan benih padi label ungu dari berbagai varietas, seperti Inpari 32, Inpari 42, Ciherang, Cilenyi, Mokangga, dan lainnya. Untuk tanaman jagung, tim memberikan benih jagung varietas Supra 1. Sedangkan untuk benih hortikultura, tim menyediakan benih kacang panjang, buncis, cabai, pare, dan lain-lain. Pada tahap kedua dan ketiga, tim fokus pada tanaman padi inbrida.
Dr. Abdul Hayyi menjelaskan bahwa jumlah benih yang diberikan kepada petani mengikuti standar pertanian. Misalnya, untuk lahan seluas 1 hektar, petani menerima 40 kg benih padi dan 3 liter pupuk cair organik.
Dari pelaksanaan program kemitraan ini, tim telah berhasil berkontribusi di bidang ketahanan pangan. Pada tiga tahap kegiatan, mereka menghasilkan gabah padi sekitar 1.250 ton dan jagung sekitar 175 ton. Dari total hasil gabah padi dan jagung tersebut, masing-masing petani mengurangi 5% sebagai zakat pertanian sesuai dengan ketentuan nisab 1.323 kg untuk padi dan 714 kg untuk jagung.
Tim dari LAZISMU Jawa Tengah, Bapak Ikhwan Shoffa, menyampaikan terima kasih atas realisasi program ini dan berharap semua lapisan masyarakat berkomitmen untuk mensyiarkan kewajiban zakat. Masyarakat tani yang menjadi sasaran kegiatan juga menyampaikan terima kasih kepada tim dosen IAIH Pancor dan LAZISMU Jateng atas keterlibatan mereka dalam kegiatan ini. Mereka berharap akan ada lebih banyak kegiatan serupa di masa depan.
Hingga berita ini ditulis, tim masih menyelesaikan kegiatan di beberapa area seluas sekitar 10 hektar di Kabupaten Lombok Utara. Dr. Abdul Hayyi berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi berbagai lapisan masyarakat untuk melaksanakan dakwah di bidang pertanian. (RS)
Ikuti kami di berita google