Daftar Isi [Tampil]

LOMBOK TIMUR Radarselaparang.com || Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur melalui Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Wilayah VI Kecamatan Suralaga menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Kepala Madrasah dan Guru Tentang Pendidikan Inklusif. Kegiatan ini menghadirkan 5 narasumber tingkat kabupaten yang terdiri dari akademisi, praktisi, serta pengawas madrasah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, H. Shuhli, M.Pd menyampaikan, kegiatan ini sebagai salah satu dukungan Kementerian Agama untuk meningkatkan mutu pembelajaran inklusif bagi guru, kepala dan tenaga kependidikan di madrasah secara nasional. Menurutnya, melalui workshop peningkatan kapasitas madrasah inklusif, meniscayakan seluruh komponen pada satuan pendidikan dapat inklusif.


“Anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan anak bangsa yang berhak dan selayaknya mendapatkan Pendidikan, selayaknya anak-anak didik lainnya,” ujar Shuhli di Gedung Belajar MI Nurul Huda NW Gegurun pada Senin, 17 Februari 2025.


Guru madrasah, lanjut Shuhli, harus memahamai persoalan ABK secara menyeluruh. Oleh karena itu sangat diperlukan sebuah pelatihan yang bisa membekali guru madrasah tentang penanganannya. Terutama pada madrasah-madrasah yang telah menyelenggaran pendidikan inklusif. 


"Untuk menangani ABK, guru madrasah perlu terus ditingkatkan baik dalam hal kemampuannya, ketrampilannya maupun pengetahuannya," pungkasnya.


Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, Hj. Baiq Isniarti, M.AP mengapresiasi pelaksanaan kegiatan penguatan madrasah inklusi yang dilaksanakan di KKM Wilayah VI Kecamatan Suralaga. 


"Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh baik untuk Pendidikan inklusi di madrasah," harapnya.


Baiq Isniarti juga berharap kegiatan ini dapat diimplementasikan di madrasah masing-masing dan berimbas secara positif bagi para guru untuk ABK di madrasah yang ada kecamatan Suralaga. 


“Saat ini dilingkungan kementerian agama kabupaten lombok timur hanya KKM Wilayah VI Kecamatan Suralaga pertama kali mengadakan kegiatan workshop/pelatihan ini, oleh karena itu madrasah lainnya segera mengikuti program ini agar segera mendapat pemahaman yang sama tentang ABK ini,” ujarnya.


Isniarti menghimbau kepada para peserta workshop, setelah mendapat bekal dari kegiatan ini, agar dapat diimplementasikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di madrasah masing-masing. Ia berpesan agar guru madrasah mempunyai komitmen dan kemampuan untuk menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Karena menurutnya, sehebat apapun kurikulumnya, apabila tidak ada komitmen dari para guru maka tidak akan memiliki dampak besar dalam pendidikan.


Ketua KKM Wilayah VI Kecamatan Suralaga, Abdurrasyid S.Pd menuturkan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memajukan pendidikan inklusi di lombok timur Khususnya di kecamatan suralaga. Tentunya materi yang diajarkan mencakup topik esensial tentang paradigma, konsep, dan landasan pendidikan inklusif/ Gedsi, identifikasi, asesmen, profil ABK, serta program pembelajaran individual. 


Abdurrasyid, juga menyampaikan para peserta nanti mendapatkan pemahaman tentang kurikulum pembelajaran dan program kebutuhan khusus, pengelolaan dan pengembangan madrasah inklusi, monitoring dan evaluasi, serta penjaminan mutu madrasah inklusi.(RS)


Ikuti kami di berita google