Daftar Isi [Tampil]

(Doc photo istimewa) Dr Ali Bin Dachlan (Ali BD) mantan Bupati Lombok Timur Dua Priode.
LOMBOK TIMUR Radarselaparang.com ||  Mantan Bupati Lombok Timur dua periode, Ali Bin Dachlan (Ali BD), turut memberikan komentar terkait kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini menuai pro dan kontra di berbagai kalangan.

Ali BD termasuk pihak yang pro dan mendukung kebijakan efisiensi anggaran tersebut. Ia menilai kebijakan ini sebagai langkah tepat pemerintah dalam mengurangi belanja yang tidak penting.

"Yang dipangkas itu belanja-belanja yang tidak penting. Jadi saya setuju seratus persen itu ya," ucap Ali BD dengan khas nada bicaranya. Rabu (12/2).

Ali BD juga berbagi pengalamannya saat memimpin Lombok Timur selama dua periode. Ia mengaku banyak menemukan oknum pejabat yang menggunakan anggaran tidak sesuai. Ia mencontohkan pengalamannya saat menolak proposal pembangunan jembatan senilai Rp 7 miliar dan memangkasnya hingga menjadi Rp 3 miliar.

"Saya pernah tolak proposal pembangunan jembatan senilai 7 miliar dengan memangkas hingga menjadi 3 miliar, tetap berdiri itu jembatan ya," beber Ali BD.

Ia juga menyindir pihak yang mencibir efisiensi anggaran tersebut sebagai orang-orang yang tidak mengerti persoalan dan hanya tahu menghabiskan anggaran pada tempat yang tidak tepat sasaran untuk kesejahteraan rakyat.

"Mereka tidak paham ya, jadinya melihat ada efisiensi anggaran jadi mengeluh," tutup Ali BD.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto meminta anggaran pemerintah pada APBN dan APBD TA 2025 dipangkas sebesar Rp 306,69 triliun. Rinciannya, anggaran kementerian atau lembaga diminta untuk diefisiensi sebesar Rp 256,1 triliun dan transfer ke daerah (TKD) Rp 50,59 triliun.

Dampak dari kebijakan tersebut, menteri dan pimpinan lembaga diminta Presiden Prabowo untuk melakukan efisiensi anggaran di masing-masing lembaga, serta membahasnya dengan mitra komisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait. (RS)


Ikuti kami di berita google