Daftar Isi [Tampil]

Anggota DPRD Prov NTB Komisi II Bidang Perekonomian dan Pariwisata Ummi Hj. Lale Yaqutunnafis, S.Sos., MM. Saat menghadiri acara Louncing calendar of event west nusa tenggara 2025.
MATARAM Radarselaparang.com || Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi meluncurkan calendar of event west nusa tenggara 2025 di Hotel Merumatta, Senggigi, Senin (10/2). Sebanyak 58 event pariwisata menarik akan memeriahkan NTB sepanjang tahun 2025, mulai dari bulan Februari hingga Desember. 

Calendar event ini diluncurkan untuk menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara, serta untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.

Peluncuran calendar of event west nusa tenggara 2025 ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Pj. Gubernur NTB, Forkopimda se-NTB, Bupati terpilih se-NTB, perwakilan Persatuan Hotel RI, pengusaha dalam dan luar negeri (termasuk mitra dari Malaysia), stakeholder pariwisata, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, anggota DPRD Provinsi NTB Komisi II, dan tokoh lainnya.

Dikatakan anggota DPRD Provinsi NTB Komisi II Bidang Perekonomian dan Pariwisata, Lale Yaqutunnafis, menyampaikan bahwa peluncuran calendar event ini sejalan dengan aspirasi Presiden Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun Indonesia dari desa dan dusun, termasuk melalui sektor pariwisata.

"Sebagian besar desa wisata terletak di kawasan yang memiliki pemandangan alam yang indah dan masih alami. Oleh karena itu, pengelolaan desa wisata harus memperhatikan aspek keberlanjutannya dan tetap menjaga pelestarian lingkungan, memberikan manfaat ekonomi/peningkatan ekonomi dan sosial bagi masyarakat," ujar Lale Yaqutunnafis.

Konsep pariwisata yang mengangkat desa wisata berkelanjutan di NTB diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perekonomian dan pelestarian budaya masyarakat setempat. Wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas yang berhubungan dengan alam dan budaya, seperti menyaksikan keindahan alam, melihat proses kerajinan tangan masyarakat desa, mencicipi kuliner khas desa melalui UMKM, serta mengikuti kegiatan khas bertani dan beternak.

"Dengan adanya kekayaan wisata bahari yang mengelilingi NTB, wisatawan dapat menyaksikan lomba memancing dan cara memasak hasil laut tradisional, serta menyaksikan khas budaya atau adat dan lain-lainnya. Semua itu tentu berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat di desa wisata setempat," jelas Lale Yaqutunnafis.

Dengan diluncurkannya kalender pariwisata ini, Dinas Pariwisata NTB berharap dapat meningkatkan terobosan dan evaluasi terhadap event-event yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hal ini juga menjadi tantangan bagi semua pihak untuk mulai menggali potensi desa wisata berkelanjutan yang ada di NTB.

"Pariwisata adalah gerbang emas perekonomian. Kebersihan lingkungan (bebas sampah) bagian dari pelayanan pariwisata juga menentukan keberhasilan meningkatnya ketertarikan wisatawan domestik dan mancanegara memilih NTB sebagai tempat berlibur dan tempat mengadakan event-event penting," pungkas Lale Yaqutunnafis.

calendar of event west nusa tenggara 2025 ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi wisatawan yang ingin merencanakan liburan mereka di NTB, serta menjadi acuan bagi para pelaku industri pariwisata dalam menyusun produk wisata yang menarik. (RS)


Ikuti kami di berita google