![]() |
Budhy Setiawan, S.Hut., M.Si, Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mataram |
Budhy Setiawan, S.Hut., M.Si, Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mataram, menekankan pentingnya pengelolaan perubahan alam secara bijak. Daratan bersifat menetap, sementara manusia terus berkembang dan membutuhkan ruang.
"Jika kita tidak mengelola keseimbangan ini dengan baik, dampaknya akan semakin nyata," ujarnya, Jumat (28/2).
Indonesia, dengan lebih dari 50 persen wilayah hutan, memiliki peran penting sebagai paru-paru dunia. Namun, alih fungsi lahan, termasuk untuk proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), terus mengurangi luas hutan. Perubahan alam itu suatu keniscayaan.
"Namun tantangan kita adalah bagaimana memperbaiki lingkungan yang sudah terdegradasi dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem," kata Budhy.
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan kondisi geografis kepulauan, memiliki potensi besar dalam sumber daya hutan dan mineral. Dengan tiga taman nasional, NTB menjadi aset penting dalam menjaga keanekaragaman hayati.
"Kita bersyukur dengan bentang alam kita memiliki dua pulau besar, Lombok dan Sumbawa dan ada ratusan pulau kecil lainnya," kata Budhy.
Aktivitas manusia seperti penebangan liar, pembukaan lahan dengan metode ladang berpindah, perburuan liar, dan pembuangan sampah sembarangan mempercepat degradasi lingkungan. Budhy menyoroti alih fungsi lahan untuk penanaman jagung di Sumbawa yang berisiko menyebabkan bencana ekologis.
"Kita tidak melarang menanam jagung tapi, kita harus memiliki teknik yang tepat, jangan sampai kita alih fungsi lahan yang berakibat bencana ekologis. Misalnya kita bisa menanam jagung dengan cara tumpang sari," kata Budhy.
Deforestasi tanpa reboisasi meningkatkan risiko tanah longsor, banjir, dan kepunahan flora fauna. Budhy menekankan bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. "Setiap individu dapat berkontribusi dengan tindakan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, dan menjaga kebersihan lingkungan," ujar Budhy.
Keseimbangan antara eksploitasi dan pelestarian harus menjadi prinsip utama. Dengan kesadaran dan aksi nyata, bumi dapat tetap lestari untuk generasi mendatang.
"Jika kita ingin masa depan yang lebih hijau, kita harus mulai bertindak sekarang dengan menjaga lingkungan sekitar kita," tegas Budhy. (RS)
Ikuti kami di berita google