Daftar Isi [Tampil]

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, Wakil Ketua Wilayah IDI NTB Dokter Wahyu Sulistya Affarah dan Ketua Forum Peduli NTB Sehat Dokter Nurhandini Eka Dewi foto bersama. 
MATARAM - Radarselaparang.com || Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan respons cepat dari Pemerintah Provinsi NTB. Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, mengungkapkan dalam sebuah podcast pada Rabu (19/3) di Mataram, bahwa program yang dimulai pada 10 Februari 2025 ini telah melibatkan 177 Puskesmas dan sejumlah rumah sakit di NTB.

"Kita di NTB sudah langsung action, dan posisi kita sekarang berada di warna hijau, itu artinya berjalan," tegas dokter Fikri.

Program PKG atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memungkinkan deteksi penyakit sejak dini. "Cek kesehatan gratis ini menurut kami sangat bermanfaat untuk masyarakat, sekarang kita bawa Indonesia sehat, NTB sehat bagaimana juga memastikan produksi orang sehat jangan sampai sakit. Kita kan di NTB juga menuju NTB emas," tuturnya.

Program ini awalnya menyasar masyarakat yang berulang tahun, dan hingga saat ini, lebih dari 6 ribu masyarakat NTB telah memanfaatkan layanan ini, dengan 60 persen di antaranya adalah wanita.

Meskipun demikian, ada beberapa kendala yang dihadapi, terutama kurangnya sosialisasi dan keterbatasan sarana prasarana serta sumber daya manusia. "Kami juga berharap ada tempat khusus pelayanan bagi program CKG ini," kata dokter Fikri.

Program ini menargetkan bayi, remaja, dan lanjut usia, dengan tujuan utama untuk mendeteksi penyakit sejak dini dan melakukan intervensi lebih awal. "Kalau bicara progres data mendominasi tren banyak di Pulau Lombok yang melaksanakan PKG, tapi secara umum 10 kabupaten kota di NTB telah memulai program pemerintah pusat ini," bebernya.

Dokter Fikri juga menekankan pentingnya insentif bagi tenaga kesehatan agar program ini dapat berjalan lancar. "Tapi saya dengar kabar ini sedang dibahas, karena program ini kan baru kurang lebih sebulan berjalan," ungkapnya.

Tanggapan IDI Wilayah NTB

Wakil Ketua II IDI Wilayah NTB, Dokter Wahyu Sulistya Affarah, mendukung program PKG ini sebagai upaya mengembalikan marwah Puskesmas menjadi pusat kesehatan, bukan pusat kesakitan. "Yang pentingkan lebih nyata dampaknya ya salah satunya pemeriksana gratis ini," tegas dokter Farah. Ia juga menyarankan agar promosi program menggunakan bahasa yang lebih mudah dimengerti masyarakat, seperti "medical check-up gratis."

Tanggapan Forum Peduli NTB Sehat

Ketua Forum Peduli NTB Sehat, Dokter Nurhandini Eka Dewi, menambahkan bahwa program ini sangat membantu masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka lebih awal. "Bagaimana program ini dalam rangka orang bisa mencegah penyakit, program ini sangat membantu seseorang," kata dokter Eka. Ia juga mengapresiasi keberanian pemerintah dalam mengambil kebijakan ini, dan berharap dapat mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan. (RS)


Ikuti kami di berita google