![]() |
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, S.ST., MM. |
Kepala BPS Lombok Timur, Sri Endah Wardanti, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan ground check dengan melatih para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Pelatihan ini diberikan oleh tenaga ahli statistik BPS untuk memastikan data yang dihasilkan akurat dan dapat diolah dengan baik.
"Data hasil pelatihan dan pengolahan ini akan digunakan untuk penyaluran bantuan triwulan II (April, Mei, Juni) 2025," ujar Sri Endah Wardanti pada media ini, Kamis (27/03).
Lebih lanjut, Sri Endah Wardanti menegaskan bahwa peran BPS dalam hal ini hanya sebatas pendampingan dan pelatihan, Sementara petugas lapangan yang melakukan pendataan tetap berasal dari para pendamping PKH.
"Kami juga memiliki program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Program ini bertujuan untuk membina tata kelola desa melalui pengelolaan data yang baik," tambahnya.
Sri Endah Wardanti berharap, dengan adanya data tunggal sosial ekonomi, semua pihak dapat menggunakan data yang sama sebagai acuan. Untuk kegunaan pemerintahan dalam mengambil kebijakan, Data yang dihasilkan BPS bersifat makro atau gambaran umum, yang diperoleh dari hasil survei, dan tidak mencakup data individu secara rinci (by name by address).
"Data ini sangat penting untuk pengambilan kebijakan, namun sifatnya makro atau gambaran umum yang diambil dari hasil survei, bukan data individu," jelasnya.
Dengan upaya ini, BPS Lombok Timur berkomitmen untuk mendukung penyaluran bantuan sosial yang lebih efektif dan efisien, serta mendorong pembangunan desa berbasis data. (RS)
Ikuti kami di berita google