![]() |
Saat melakukan proses evakuasi jenazah korban untuk dibawa ke Puskesmas Labuhan Lombok |
Kapal yang dinakhodai oleh Aripin, beralamat di Majene, Sulawesi Barat, berangkat dari Pelabuhan Perikanan Labuan Lombok pada hari Rabu, 12 Maret 2025, sekitar pukul 06.30 WITA. Kapal tersebut membawa 8 anak buah kapal (ABK), termasuk korban.
Kejadian ini dibenarkan Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, menyampaikan sesuai keterangan dari ABK, pada hari Minggu, 16 Maret 2025, sekitar pukul 07.30 WITA, korban yang sedang memancing menggunakan sampan di dekat rumpon tiba-tiba memanggil temannya, Jaswari.
Ketika Jaswari mendekat, Ahmad B langsung pingsan dengan posisi tenggorokan berdengkur. Korban segera dibawa ke kapal, dan nakhoda menginstruksikan untuk segera kembali ke pelabuhan.
"Dalam perjalanan pulang, sekitar pukul 09.15 WITA, Ahmad B dinyatakan meninggal dunia. Nakhoda kemudian mengabarkan kejadian tersebut kepada pengurus di Pelabuhan Perikanan Labuan Lombok," terang AKP Nikolas.
Kapal tiba di Pelabuhan Perikanan Labuan Lombok sekitar pukul 20.30 WITA. Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Labuan Lombok untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan oleh dokter puskesmas menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada fisik korban.
Ahmad B, yang beralamat di Lingkungan Tanangan, Desa Pangali Ali, Kecamatan Banggai, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.
"Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, dan telah membuat surat pernyataan penolakan," pungkas AKP Nikolas. (RS)
Ikuti kami di berita google