Daftar Isi [Tampil]

Kadis DP3AKB, H. Ahmat saat mendampingi Kepala perwakilan BKKBN NTB, Lalu Makripuddin menghadap Bupati Lotim, H. Haerul Warisin di ruang kerjanya
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya menurunkan angka stunting yang masih lebih tinggi dari angka nasional. Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi NTB, Lalu Makripuddin, meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk mempercepat upaya tersebut.

Dalam pertemuan dengan Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, pada Rabu (18/3), Lalu Makripuddin memperkenalkan gerakan orang tua asuh cegah stunting (genting). Gerakan ini melibatkan pengusaha sebagai orang tua asuh bagi anak-anak stunting di sekitar lokasi usaha mereka.

"Kami berharap pelibatan pengusaha, terutama pengusaha tambak udang, dapat memberikan dampak signifikan dalam penurunan stunting di Lombok Timur," ujar Lalu Makripuddin.

Bupati Haerul Warisin menyambut baik gerakan ini dan menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menurunkan kasus stunting. Salah satu langkah yang akan diambil adalah mempercepat pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting di NTB saat ini mencapai 24,6%, meskipun mengalami penurunan tertinggi secara nasional yaitu 8,1%. Sementara itu, angka stunting di Lombok Timur mencapai 27,6%.

"Kami optimis dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BKKBN Provinsi NTB, Lombok Timur dapat menurunkan kasus stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia," kata Bupati Haerul Warisin. (RS)


Ikuti kami di berita google