Daftar Isi [Tampil]

(Dok photo Istimewa) Bupati Lombok Timur Drs H. Haerul Warisin, M.Si dan Wakil Bupati Lombok Timur Ir H. Moh. Edwin Hadiwijaya, MM.
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur berencana melakukan penggabungan dan pemecahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rangka efisiensi anggaran. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan setiap dinas memiliki beban kerja yang efektif dan program yang tepat sasaran.

"Kita akan melakukan kajian secara cermat, terutama terhadap dinas-dinas yang beban kerjanya tidak terlalu padat. Jika dibiarkan, ini akan menjadi pemborosan anggaran," ujar Bupati Haerul Warisin. Selasa (25/03).

Salah satu contoh penggabungan yang dipertimbangkan adalah Dinas Ketahanan Pangan dengan Dinas Pertanian. Menurut bupati, kedua dinas ini memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang serupa. Penggabungan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja dan mengurangi duplikasi program.

Selain penggabungan, Pemkab Lombok Timur juga berencana memecah dinas-dinas besar yang memiliki beban kerja terlalu padat. Langkah ini bertujuan agar setiap OPD dapat fokus pada tugas dan fungsinya masing-masing.

"Saat ini, kami sedang melakukan kajian yang dipimpin oleh Kabag Organisasi dan Hukum. Hasil kajian ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan terkait penggabungan dan pemecahan OPD," jelas Bupati Haerul Warisin.

Bupati juga menyinggung tentang rencana penggabungan Bidang Kebudayaan yang saat ini berada di bawah Dinas Pendidikan. Menurutnya, bidang ini lebih tepat jika digabungkan dengan dinas lain yang relevan.

Terkait dengan potensi dampak perampingan OPD terhadap pejabat eselon II, Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan tetap memberikan posisi yang sesuai dengan kompetensi masing-masing pejabat.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menempatkan pejabat sesuai dengan keahlian mereka. Tentu saja, akan ada beberapa pejabat yang mungkin tidak mendapatkan posisi yang sama dengan sebelumnya," pungkasnya. (RS)


Ikuti kami di berita google