![]() |
Peringatan Nuzulul Qur'an di Di masjid Zainul Islam Dusun Lengkok Embuk, Desa Mamben Lauk, Kecamatan Wanasaba |
Acara ini menjadi pengingat akan pentingnya Al-Quran sebagai pedoman hidup dan harapan meraih Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Masjid yang biasanya tenang, malam itu dipenuhi dengan lantunan ayat suci Al-Quran dan ceramah dari tiga penceramah ternama, diantaranya TGH Hazmi Hamzar, SH., MH, Ustaz Khariri Sya'bani, dan Ustaz Ihsan Riwan.
Para penceramah membawa pesan yang sama, yaitu tentang hikmah Nuzulul Quran dan keutamaan Lailatul Qadar, namun dengan gaya penyampaian yang berbeda, membuat para jamaah terhanyut dalam renungan.
TGH Hazmi Hamzar, dengan suara yang berwibawa, membuka ceramahnya dengan menjelaskan konteks sejarah turunnya Al-Quran. Al-Quran bukan sekadar kitab suci, tetapi juga mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Ia diturunkan secara bertahap, dimulai pada malam Lailatul Qadar di Gua Hira.
"Setiap ayat yang diturunkan mengandung hikmah dan pelajaran yang relevan dengan kehidupan kita saat ini," ujarnya.
TGH Hazmi melanjutkan dengan menekankan pentingnya memahami makna Nuzulul Quran dalam kehidupan sehari-hari. Al-Quran adalah pedoman hidup yang lengkap. Ia mengatur segala aspek kehidupan, mulai dari hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, hingga lingkungan.
"Lailatul Qadar adalah kesempatan bagi kita untuk merenungkan kembali hubungan kita dengan Al-Quran dan memperbaiki diri," tambahnya.
Senada dengan Ustaz Khariri Sya'bani, dengan gaya ceramah yang lebih santai dan interaktif, mengajak para jamaah untuk merenungkan keutamaan Lailatul Qadar. Malam ini adalah malam yang penuh berkah, di mana pintu ampunan Allah SWT terbuka lebar. Setiap amal baik yang kita lakukan pada malam ini akan dilipatgandakan pahalanya.
"Oleh karena itu, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT," tuturnya.
Ustaz Khariri juga mengingatkan para jamaah untuk memperbanyak doa pada malam-malam terakhir Ramadhan. Doa adalah senjata orang mukmin. "Pada malam Lailatul Qadar, doa-doa kita memiliki potensi besar untuk diijabah. Mari kita berdoa untuk diri kita sendiri, keluarga, dan seluruh umat Islam," ajaknya.
Sementara itu, Ustaz Ihsan Riwan, dengan gaya ceramah yang penuh semangat, mengajak para jamaah untuk mempersiapkan diri menyambut Lailatul Qadar. "Lailatul Qadar adalah malam yang dirahasiakan oleh Allah SWT. Namun, setiap orang bisa meraihnya dengan memperbanyak ibadah pada malam-malam terakhir Ramadhan.
"Mari kita hidupkan malam-malam ini dengan qiyamul lail, membaca Al-Quran, berdzikir, dan berdoa," serunya.
Ustaz Ihsan juga menekankan pentingnya menjaga hati dan pikiran agar tetap bersih dan fokus pada ibadah. "Lailatul Qadar adalah anugerah terbesar dari Allah SWT. Mari kita sambut malam ini dengan hati yang bersih dan pikiran yang fokus pada ibadah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang beruntung mendapatkan Lailatul Qadar," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Patanitia, Sumayadi mengatakan peringatan Nuzulul Quran di Masjid Mamben ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan para jamaah masjid Zainul Islam.
Gema Al-Quran dan pesan-pesan dari para penceramah diharapkan dapat membekas di hati para jamaah dan menginspirasi mayarakat untuk meraih Lailatul Qadar.
"Malam yang penuh berkah dan ampunan, serta mudahan menjadikan diri kita sebagai insan yang berakhlak qur'ani sesuai dengan tema peringatan tahun ini," tutupnya. (RS)
Ikuti kami di berita google