Daftar Isi [Tampil]

Lalu Jamiludin Hayadi, warga Terara saat salah satu CPMI yang tertipu akan diberangkatkan ke Australia saat menunjukkan bukti kwitansi pembayaran dan kontrak yang diduga palsu saat akan melaporkan penipuan ini ke Polres Lombok Timur
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Lebih dari 300 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Lombok Timur menjadi korban penipuan dengan modus janji pemberangkatan kerja ke Australia sebagai pemetik buah. Para korban dijanjikan keberangkatan sejak akhir tahun 2023 oleh PT Indah Berlian Perkasa, dengan sponsor Hj. Laeli Hartati dari PT Insan Perkasa yang berlokasi di Muhajirin, Pancor.

Salah satu korban, Lalu Jamiludin Hayadi, warga Terara, menceritakan bahwa para korban ditawarkan tiga pilihan pembayaran, yaitu tunai Rp95 juta, talangan Rp30 juta, atau melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan biaya administrasi antara Rp5,5 juta hingga Rp7 juta, tergantung jenis KUR yang dipilih.

"Awalnya kami yakin karena perusahaan tersebut mengaku telah bekerja sama dengan BNI. Namun, setelah itu, mereka meminta kami untuk membuka rekening BSI, yang membuat kami mulai ragu," ungkap Lalu Jamiludin saat akan melaporkan penipuan ini ke Polres Lombok Timur. Rabu (26/03).

Para korban juga sempat mengikuti pelatihan bahasa Inggris yang dipandu oleh seorang warga negara asing bernama Mr. John. Namun, pelatihan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya, dan para peserta akhirnya membubarkan diri.

"Hj. Laeli Hartati, selaku sponsor, awalnya berjanji akan bertanggung jawab jika terjadi masalah. Namun, ia kemudian mengalihkan tanggung jawab tersebut ke kantor cabang perusahaan," tutur Lalu Jamiludin.

Hingga lebih dari satu tahun menunggu dalam ketidak ada pastian dari PT dan Sponsor akhirnya 300 orang yang diduga tertipu, Sebanyak tujuh orang korban telah melaporkan kasus ini ke Polres Lombok Timur. Mereka berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku. Para korban juga meminta agar uang yang telah mereka setorkan dapat dikembalikan. (RS)


Ikuti kami di berita google