![]() |
Seorang anak ditemukan meninggal dunia terseret arus disungai Keramba Desa Loyok |
Kejadian bermula ketika Ramdani bersama kakaknya, Azhari (16), dan dua temannya sedang mandi di sungai tersebut. Tiba-tiba, Ramdani terseret arus dan hanyut. Azhari kemudian memberitahu Suhaedi (32), seorang warga setempat, yang kemudian bersama warga lainnya melakukan pencarian.
Setelah menyusuri sungai sekitar 1 kilometer, Suhaedi menemukan Ramdani dalam kondisi terjepit batu di tengah sungai. Korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Kotaraja untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setelah diperiksa oleh dokter, Ramdani dinyatakan telah meninggal dunia.
"Korban diduga meninggal dunia sekitar 2-3 jam sebelum ditemukan," ujar Subardin (53), seorang anggota kepolisian yang melaporkan kejadian tersebut.
Menurut keterangan saksi, Ramdani mengalami luka robek di bagian kepala akibat benturan dengan batu. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Mereka juga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.
Kejadian ini dibenarkan Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas, AKP Nikolas Osman, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, dan menghubungi Unit Identifikasi Polres Lombok Timur serta Puskesmas Kotaraja untuk melakukan visum.
"Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama anak-anak, untuk lebih berhati-hati saat bermain di sungai, terutama saat arus sedang deras," imbau AKP Nikolas. (RS)