Daftar Isi [Tampil]

Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP  di Embung Puk Elep
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun, Dafa Alfarizki, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Embung Puk Elep, Dusun Karang Baru, Desa Jenggut, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, pada Jumat (21/3) sekitar pukul 14.30 WITA.

Korban, yang lahir di Langko pada 6 Mei 2020 dan belum bersekolah, ditemukan oleh warga setempat setelah dilaporkan tenggelam sekitar pukul 11.00 WITA. Saksi mata, Afrudin (26), seorang mekanik mobil, mengatakan bahwa ia mendengar informasi tentang anak tenggelam di embung tersebut dari bengkel tempatnya bekerja. Bersama warga lainnya, Afrudin bergegas menuju lokasi kejadian.

"Setiba di lokasi, kami hanya melihat sandal korban mengapung di permukaan air," ujar Afrudin. 

Afrudin bersama Mahyudin kemudian masuk ke dalam embung untuk mencari korban. Setelah sekitar 10 menit pencarian, Dafa ditemukan di dalam air. Mereka segera mengangkat korban ke daratan.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Waja Geseng oleh pamannya, Mahsan, untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, setelah diperiksa, petugas medis menyatakan bahwa Dafa telah meninggal dunia akibat kehabisan oksigen.

Kapolsek Montong Gading beserta jajarannya segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga, yang diwakili oleh orang tua korban, Ahyar Rizul Fadli (40) dan Nurul Hikmah (27), menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kematian Dafa sebagai takdir dari Allah SWT.

Menanggapi kejadian tragis ini, Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Osman, mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di dekat perairan.

"Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama orang tua, untuk selalu mengawasi anak-anak mereka saat bermain di dekat sungai, embung, atau tempat berair lainnya. Jangan biarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan orang dewasa," ujar AKP Nikolas.

AKP Nikolas juga mengingatkan masyarakat untuk tidak berenang di tempat yang tidak aman atau saat kondisi fisik tidak memungkinkan. Tentu Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Pihak berwenang berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Utamakan keselamatan diri dan keluarga. Jangan mengambil risiko yang tidak perlu. Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan anak-anak kita," tambah AKP Nikolas. (RS)


Ikuti kami di berita google