Daftar Isi [Tampil]

Salah satu keluarga kubur di kuburan Desa Anjani
LOMBOK TIMUR - Radarselaparang.com || Di tengah semarak perayaan Idul Fitri 1446 Hijriyah / 2025 Miladiyah, masyarakat Lombok memiliki tradisi yang sarat makna, yaitu ziarah kubur. Setelah menunaikan sholat Id yang khusyuk, mereka berbondong-bondong menuju pemakaman untuk mengirimkan doa bagi para leluhur. Tradisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata bakti dan penghormatan kepada orang tua serta keluarga yang telah berpulang.

Lebih dari Sekadar Mengunjungi Makam

Ziarah kubur di Lombok bukan sekadar kunjungan fisik ke makam. Lebih dari itu, ini adalah momen spiritual untuk merenungkan kehidupan dan kematian. Para peziarah dengan khidmat membacakan surat Yasin, melantunkan zikir, dan tahlil, memohon ampunan serta rahmat bagi almarhum dan almarhumah. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti pemakaman, di mana doa-doa dipanjatkan dengan tulus.

Puncak Keramaian dan Suasana Haru

Pantauan di berbagai pemakaman, seperti di Desa Anjani, menunjukkan betapa tradisi ini begitu melekat di hati masyarakat. Sejak pagi buta, para peziarah mulai berdatangan, dan puncaknya terjadi setelah sholat Id hingga sore hari. Mereka membersihkan makam, menaburkan bunga, dan memanjatkan doa dengan penuh khidmat.

"Ini adalah cara kami menunjukkan bakti kepada orang tua. Dengan berziarah, kami tidak hanya mendoakan mereka, tetapi juga mengingatkan diri akan kematian," ungkap seorang peziarah di Desa Anjani, Senin (31/03).

Mempererat Silaturahmi dan Mengenang Jasa Leluhur

Tradisi ziarah kubur juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga. Di tengah kesibukan sehari-hari, Idul Fitri menjadi saat yang tepat untuk berkumpul dan mengenang jasa para leluhur. Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada.

Tradisi yang Terus Dilestarikan

Ziarah kubur adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Lombok. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun, menjadi pengingat akan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi. Di tengah modernisasi, masyarakat Lombok tetap teguh melestarikan tradisi ini, menjadikannya bagian penting dari perayaan Idul Fitri. (RS)


Ikuti kami di berita google